Fakultas Sastra UM-TIMES Indonesia Gelar Pelatihan Jurnalistik

Home / Berita / Fakultas Sastra UM-TIMES Indonesia Gelar Pelatihan Jurnalistik
Fakultas Sastra UM-TIMES Indonesia Gelar Pelatihan Jurnalistik Wakil Dekan III Fakultas Sastra UM, Dr. Kholisin berfoto bersama dengan Direktur Pengembangan TIMES Indonesia Network Sri Widji Wahyuning Utami. (FOTO: Juli Trijanto/TIMES Indonesia)

TIMESKENDARI, MALANG – Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) bekerjasama dengan TIMES Indonesia menggelar pelatihan jurnalistik feature.

Wakil Dekan III Fakultas Sastra UM, Dr. Kholisin mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bidang jurnalistik. Kegiatan yang bertajuk Pelatihan Jurnalistik Menulis Feature bersama TIMES Indonesia diikuti oleh 60 peserta dari civitas akademika Fakultas Sastra UM.

"Di zaman now, jika tak bisa menulis sama dengan primtif," kata Kholisin saat membuka acara, Senin (16/4/2018) di Gedung E8 Fakultas Sastra, UM, Kota Malang, Jawa Timur.

Kerjasama-TIMES-dan-UM-b.jpgEditor TIMES Indonesia Wahyu Nurdiyanto saat memberikan materi penulisan feature. (FOTO: Juli Trijanto/TIMES-Indonesia)

Ia mengatakan dengan adanya pelatihan ini, seluruh peserta diharapkan mampu langsung praktik menulis dan mengisi web jurusan dan fakultas sastra. Ia juga ingin dengan pelatihan ini, seluruh peserta bisa membuat konten prestasi dan positif sehingga bisa dibaca lebih luas.

Selain itu, Kholsin menambahkan dengan pelatihan dan menulis maka mahasiswa terus mengembangkan kerjasama dengan banyak pihak. Karena kita tak bisa bekerja sendiri.

"Pengembangan kerjasama yang luas maka akan mempercepat proses pengembangan prestasi. Baik bersifat lapangan kerja dan jaringan," katanya. 

Pada pelatihan ini menghadirkan dua pematei yakni Direktur Pengembangan TIMES Indonesia Network Sri Widji Wahyuning Utami dan Editor TIMES Indonesia Wahyu Nurdiyanto. 

Dalam pemaparannya, wanita yang akrab disapa Naning menunjukkan sejumlah data yang menunjukkan bahaya darurat informasi bagi masa depan generasi bangsa. Ini karena saat ini banjir konten berita negatif yang tidak menginspirasi dan cenderung memecah kesatua bangsa.

Untuk itu perlu ditangkal dengan Ketahanan Informasi Nasional. Ketahanan Informasi Nasional ini digagas dan diinisasi TIMES Indonesia dengan berkomitmen untuk menyajikan pemberitaan dengan penerapan jurnalisme positif.

"Kita perlu antibodi dengan mewujudkan ketahanan informasi nasional," tegasnya.

Dia mengajak segenap peserta yang hadir untuk bersama-sama mewujudkannya melalui opini dan pemberitaan positif, menginspirasi, dan membangun sebagai sumbangsih pada Republik Indonesia.

Sedangkan, Editor TIMES Indonesia Wahyu Nurdianto memaparkan tentang teknik menulis feature untuk para peserta Pelatihan Jurnalistik Menulis Feature bersama TIMES Indonesia yang digelar oleh Fakultas Sastra UM.

Peserta pelatihan juga mendapatkan materi Teknik Fotografi untuk Penerapan dalam Jurnalisme Feature oleh dosen dan praktisi fotografi Andhika Putra. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com